Jangan Sampai Salah, Inilah 6 Tahapan Manajemen Proyek yang Harus Diketahui

Manajemen proyek akan selalu dibutuhkan oleh perusahaan maupun instansi untuk mencapai tujuan secara lebih efektif dan efisien. Metode pengelolaan proyek ini dapat mengurangi risiko yang mungkin terjadi selama proses penyelesaian proyek itu sendiri. Di sisi lain, manajemen proyek juga dapat memaksimalkan potensi masing-masing individu di dalam sebuah tim. Dengan begitu, setiap karyawan dapat berkontribusi secara aktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan, serta pengelolaan proyek.

Lebih lanjut, tujuan manajemen proyek juga mampu membantu Anda menciptakan perencanaan yang tepat. Hal ini didasarkan pada pemanfaatan kualitas dan kapabilitas tim secara maksimal. Karena proyek berjalan dengan stabil dan konsisten, maka perusahaan maupun instansi dapat berkembang dan tetap bisa mempertahankan integrasi antara sistem manajerial, proses bisnis, serta pengelolaan SDM.

Melihat pentingnya melakukan manajemen proyek, berikut enam tahapan yang harus diketahui sehingga tujuan proyek bisa tercapai secara lebih optimal. Catat dan simak baik-baik agar tidak ada yang terlewatkan, ya!

Definisi proyek

Tahap awal yang harus dilakukan dalam proses manajemen proyek, yaitu pendefinisian proyek itu sendiri. Pada tahapan ini, seluruh anggota di dalam tim wajib memahami tujuan yang akan dicapai oleh proyek tersebut. Selain itu, dalam bekerja secara tim mereka juga harus mampu mempertimbangkan faktor-faktor yang akan menghambat jalannya proyek. Dengan begitu, proyek bisa diselesaikan tepat waktu dan dengan kualitas terbaik sesuai yang diharapkan.

Inisialisasi proyek

Selanjutnya, di tahap inisialisasi proyek akan dibuat suatu perencanaan awal atas sumber daya yang dimiliki. Mulai dari sumber daya manusia, alat-alat, metode, serta hal-hal yang berhubungan dengan teknis lainnya. Beberapa juga menilai tahap ini adalah saat di mana draft perencanaan proyek didiskusikan, sehingga harus diselenggarakan sebelum pelaksanaan proyek dimulai.

Perencanaan proyek

Pada tahapan ketiga, perencanaan proyek harus sudah bisa diuraikan dengan jelas. Umumnya, perencanaan proyek akan menampilkan detail utama dalam suatu manajemen proyek. Antara lain biaya yang dibutuhkan, durasi pengerjaan, hingga ruang lingkup di dalam proyek itu sendiri. Melalui perencanaan proyek yang tepat, maka pelaksanaan dapat berjalan dengan efektif dan efisien.

Pelaksanaan proyek

Selama tahap pelaksanaan proyek, seluruh anggota tim akan bekerja sesuai dengan jobdesc masing-masing. Pelaksanaan harus berdasarkan pada perencanaan yang telah dibuat agar proyek dapat selesai tepat waktu. Untuk menghindari kesalahan atau kemungkinan adanya perbedaan antara perencanaan dan pelaksanaan, maka dibutuhkan tahap berikutnya, yaitu pemantauan dan pengendalian proyek.

Pemantauan dan pengendalian proyek

Seperti yang sudah dijelaskan pada poin sebelumnya, tahapan manajemen proyek berupa pemantauan dan pengendalian dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kesalahan. Namun, di sisi lain pada tahap ini perusahaan memiliki hak untuk mengambil keputusan-keputusan tertentu. Umumnya, keputusan dibuat berdasarkan cara kerja dan hal-hal teknis yang terjadi sehingga proyek tetap bisa berjalan sesuai dengan target yang ditentukan.

Penutupan proyek

Tepat setelah proyek selesai dikerjakan, masih ada satu tahapan manajemen proyek yang tidak boleh Anda lewatkan, yaitu penutupan proyek. Pada tahapan terakhir ini, Anda akan melewati serah terima proyek serta menghentikan seluruh penggunaan sumber daya selama pengerjaan proyek berlangsung.

Manajemen proyek memegang peran penting dalam kelancaran penyelesaian suatu proyek. Untuk itu, dengan memahami tahapan-tahapan tersebut di atas, mulai sekarang Anda dapat menerapkannya di dalam perusahaan maupun instansi. Dengan manajemen yang tertata rapi, maka proyek dapat berjalan secara efektif dan efisien baik dari segi SDM, biaya, maupun waktu.


 
Go to Top